Hari ini, kita memperingati 64 tahun lahirnya manifesto politik yang sangat penting bagi bangsa Papua. Pada tanggal 1 Desember 1961, Komite Nasional Papua (KNP) memperkenalkan manifesto politik yang mencakup Bendera Nasional "Bintang Kejora", lagu kebangsaan "Hai Tanahku Papua", nama negara "West Papua", semboyan bangsa "One People, One Soul", lambang nasional "Burung Mambruk", serta batas negara dan mata uang.
Manifesto ini merupakan hasil kerja keras anak-anak muda Papua yang terpelajar, di antaranya Nickola Jouwe, P Torey, Manase Suway, Baldus Mofu, Alex S Monim, E.J Bonay, A Kendau Gebse, M.B Ramandey, Daud Deda, Nocolaas Tanggahma, Abdulah Arfan, M.A Aiturauw, O.J de Rijke, dan A. van Zeeland. Mereka berjuang untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi bangsa Papua.
Namun, manifesto ini kemudian dihancurkan oleh Indonesia yang dipimpin oleh Sukarno. Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora) diluncurkan pada tanggal 19 Desember 1961, dan semua harapan bangsa Papua untuk berdaulat dilucuti. Atas bantuan Amerika, Indonesia menekan Belanda untuk menyerahkan Papua pada tanggal 1 Mei 1963. Sejak saat itu, Papua berubah menjadi darah dan Indonesia memaksa rakyat Papua untuk ikut NKRI.
Harus mengingat sejarah ini dan terus berjuang untuk keadilan dan kebebasan bagi bangsa Papua.
Tanah Terjajah,
Minggu, 30 November 2025
Emil E Wakei
Dewan Jalanan
Papua Merdeka 1 Desember ManifestoPolitikPapua

0 Komentar