Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Air Mata Bangsa Papua Bukan Tanda Kelemahan Tapi Tanda Perjuangan


Rakyat dan Bangsa Papua telah menghuni tanah ini selama ribuan tahun, telah mengalami banyak kesulitan dan penderitaan.

Sejak zaman kolonial, bangsa Papua telah menjadi korban penindasan dan eksploitasi. Rakyat Papua dipaksa untuk meninggalkan tanah air, dipaksa untuk meninggalkan budaya dan tradisi. Banyak dari rakyat Papua yang dipaksa untuk bekerja sebagai buruh di perkebunan-perkebunan besar, dengan upah yang sangat rendah dan kondisi kerja yang sangat buruk.

Pada tahun 1960-an, bangsa Papua dipaksa untuk bergabung dengan Indonesia, meskipun rakyat tidak ingin. Rakyat Papua  dipaksa untuk meninggalkan identitas mereka sebagai bangsa Papua dan menjadi warga negara Indonesia. Banyak rakyat Papua yang menolak untuk meninggalkan identitas bangsa papua, dan Rakyat Papua dipenjara atau dibunuh.

Air mata bangsa Papua mengalir deras, seperti sungai yang tidak pernah kering. Rakyat Papua menangis karena kehilangan tanah air mereka, karena kehilangan budaya dan tradisi mereka. Rakyat Papua menangis karena kehilangan nyawa-nyawa yang tak bersalah, karena kehilangan masa depan yang cerah.

AIR MATA BANGSA PAPUA BUKAN TANDA KELEMAHAN TAPI TANDA PERJUANGAN.


Emil E Wakei Dewan Jalanan


Posting Komentar

0 Komentar