Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

GpMR-IJ Demo Tuntut Tarik Militer Dari Intan Jaya; Massa Aksi Duduki Kantor Bupati


West Papua - Gerakan Pelajar Mahasiswa dan Rakyat Intan Jaya (GPMR-IJ) melakukan aksi demonstrasi damai pada Selasa (13/1/2026) untuk menanggapi situasi darurat kemanusiaan di Intan Jaya. Massa aksi menuntut penarikan militer dari wilayah tersebut, yang diduga terkait dengan kepentingan investasi di Sugapa, Intan Jaya.

Aksi demo ini dimulai pada pukul 7:00 WIT dan berlangsung dengan aman dan damai. Massa aksi berkumpul di lapangan sepak bola Sugapa dan kemudian menuju kantor bupati Intan Jaya untuk menyampaikan aspirasi mereka.

Setibanya di kantor bupati, massa aksi meminta kepada ketua DPRD dan Sekda kabupaten Intan Jaya untuk komunikasi dengan bupati agar dapat hadir dalam aksi tersebut untuk menerima aspirasi mahasiswa dan rakyat Intan Jaya. Namun, bupati Intan Jaya tidak hadir, sehingga massa aksi memutuskan untuk melanjutkan aksi mereka besok, 14 Januari 2026, dan menduduki kantor bupati jika bupati tidak hadir.

"Jika bupati Aner Maiseni besok tidak hadir, maka kantor bupati siap dibakar oleh massa aksi," kata Yosan Sani, korlap GPMR-IJ.

Massa aksi juga menuntut pencabutan SK dan pengembalikan ke kabupaten induk, yaitu Paniai. "Kami tidak akan memberikan aspirasi hari ini, jika bupati tidak ada dan aksi lanjut jilid ke II besok tanggal 14 kami datang lanjut duduki kantor bupati dan besok bupati jam 08:00 pagi di kantor bupati," tambah Yoser Sondegau, wakorlap GPMR-IJ.

Aksi demo ini merupakan salah satu upaya GPMR-IJ untuk menuntut keadilan dan hak-hak rakyat Intan Jaya. "Kami akan terus berjuang untuk hak-hak rakyat Intan Jaya dan menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab atas krisis kemanusiaan di wilayah ini," kata pimpinan mahasiswa Intan Jaya.

Aksi demo ini juga mendapat perhatian dari masyarakat luas, yang meminta pemerintah untuk segera menyelesaikan krisis kemanusiaan di Intan Jaya. "Kami mendukung aksi demo GPMR-IJ dan menuntut pemerintah untuk segera menarik militer dari Intan Jaya," kata seorang warga Intan Jaya.

Tanah Terjajah, Rabu, 15 Januari 2026|| 02:30 WP00

Emil E Wakei Dewan Jalanan 


Posting Komentar

0 Komentar