Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Kronologi Uskup Agung Merauke Meneror Umatnya Sendiri

foto ilustrasi 

Konflik internal Gereja Katolik di Keuskupan Agung Merauke ketika Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC hadir tak kunjung usai. Perdebatan antara Uskup dan umat lokal seputar PSN Merauke kini memasuki pada tahap baru, yakni: teror mental dan membangun stigma sosial yang buruk.

Sejak lama Uskup memandang kelompok yang menamakan diri *Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua* sebagai teroris, pengacau, pro 'kemerdekaan', bodoh, goblok, tukang mabuk, putus sekolah dan lain sebagainnya.

Paling disayangkan karena stigma negetif seperti ini lahir dari jiwa, hati, pikiran, perasaan dan mulut seorang Uskup Agung, yabg sangat dihormati oleh umat. Kali ini Uskup Mandagi secara terang-terangan meneror kepada Stendly Damhujai dan Chris Dogopia.

Berikut adalah kronologisnya:

Pada Rabu, 11 Februari 2026, Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Canisius Mandagi MSC sms kepada Sdr. Soleman Itlay, yang mempertanyakan status Dambujai dan Dogopia sebagai umat Katolik atau teroris.

Pukul 18:26 WIT, Uskup Mandagi menulis demikain: 

Apakah Stenly dan Chris yg mengatakan diri awam katolik adalah masih katolik atau terroris? Saya tanya saja. Salam, uskup mandagi.

Pukul 18:47 WIT Uskup Mandagi mengatakan bahwa akan melibatkan Desemen Khsusus 88 Antiteror di Jakarta dan Jayapura untuk periksa Dambujai dan Dogopia:

*"Pantaslah bhw Densus 88 memeriksa Chris dan Stenly. Saya akan minta kepada polisi di Jayapura atau Densus 88 di Jakarta. Salam, uskup mandagi.

Setelah mencermati pendekatakan pastoral yang dibangun Uskup Mandagi dengan cara meneror mental dan membangun stigma yang buruk di publik, kami mengharapkan:

1. Kepada Uskup Mandagi agar segera  melakukan klarifikasi dan meminta maaf atas teror dan stigma sosial yang dibangun melalui media sosial.

2. Kepada Uskup Mandagi agar membuka ruang dialog pastoral.

2. Kepada pembisik-pembisik Uskup Mandagi agar berhenti memberikan informasi, saran dan masukan yabg keliru kepada Bapa Uskup yang memasuki usia senja.

Demikian informasi ini kami sampaikan agar seluruh unat Katolik di Indonesia, termasuk regio Papua mengetahui bersama.


Jayapura, 13 Februari 2026.


Hormat Kami,

*Suara Kaum Awam Katolik Regio Papua*

1. Stendly Dambujai

2. Chris Dogopia


Posting Komentar

0 Komentar