Pegadaian Championship 2025/26 memasuki fase krusial. Dua laga terakhir di pekan ke-17 dan 18 akan menjadi penentu posisi klub menuju putaran ketiga atau Round Robin 3.
Sesuai Regulasi Kompetisi Pegadaian Championship 2025/26, 20 klub yang terbagi dalam dua grup akan bertarung dalam tiga putaran.
Setelah melewati sistem kandang dan tandang reguler di dua putaran awal, penentuan status tuan rumah pada putaran ketiga akan didasarkan sepenuhnya pada posisi klasemen.
Keuntungan Laga Kandang di Putaran Ketiga
Sistem triple round robin yang diterapkan musim ini memberikan privilese khusus bagi tim yang finis di papan atas. Perbedaan peringkat akan berimplikasi langsung pada jumlah pertandingan yang dimainkan di hadapan pendukung sendiri.
Kelompok Papan Atas (Peringkat 1-5): Berhak mendapatkan jatah 5 kali pertandingan kandang dan 4 kali pertandingan tandang.
Kelompok Papan Bawah (Peringkat 6-10): Harus menerima jatah 4 kali pertandingan kandang dan 5 kali pertandingan tandang.
Regulasi ini menetapkan penentuan jatah tersebut mutlak diambil dari hasil klasemen setelah Round Robin ke-2 usai.
Artinya, posisi akhir di pekan ke-18 nanti akan menentukan apakah sebuah tim lebih banyak bermain di rumah sendiri atau justru lebih sering bepergian ke markas lawan pada putaran ketiga.
-Peta Pertandingan Berdasarkan Peringkat
Selain jumlah laga, regulasi telah memetakan jadwal pertemuan antar tim secara sistematis. Status tuan rumah diatur sedemikian rupa berdasarkan urutan peringkat klasemen.
Peringkat 1 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 4, 6, 7, 9
Tandang: vs Peringkat 3, 5, 8, 10
Peringkat 2 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 3, 5, 7, 8, 10
Tandang: vs Peringkat 1, 4, 6, 9
Peringkat 3 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 4, 7, 9, 10
Tandang: vs Peringkat 2, 5, 6, 8
Peringkat 4 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 5, 6, 8, 9
Tandang: vs Peringkat 1, 3, 7, 10
Peringkat 5 (5 kandang, 4 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 3, 6, 8, 10
Tandang: vs Peringkat 2, 4, 7, 9
Peringkat 6 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 3, 8, 10
Tandang: vs Peringkat 1, 4, 5, 7, 9
Peringkat 7 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 4, 5, 6, 9
Tandang: vs Peringkat 1, 2, 3, 8, 10
Peringkat 8 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 3, 7, 9
Tandang: vs Peringkat 2, 4, 5, 6, 10
Peringkat 9 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 2, 5, 6, 10
Tandang: vs Peringkat 1, 3, 4, 7, 8
Peringkat 10 (4 kandang, 5 tandang)
Kandang: vs Peringkat 1, 4, 7, 8
Tandang: vs Peringkat 2, 3, 5, 6, 9
Posisi klasemen langsung menentukan siapa yang dihadapi dan di mana laga dimainkan. Semakin tinggi finis, semakin besar keuntungan kandang dan kontrol konteks pertandingan.
-Jalur Promosi dan Play-off
Persaingan menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia juga diatur ketat. Hanya peringkat satu dan dua dari masing-masing grup yang memiliki peluang promosi.
Babak Final (Peringkat 1): Juara grup dari masing-masing grup (Peringkat 1) akan langsung melaju ke babak final. Kedua klub ini otomatis mendapatkan tiket promosi ke BRI Super League 2026/27. Pemenang dari laga single match ini akan dinobatkan sebagai Juara Pegadaian Championship 2025/26.
Play-off Promosi (Peringkat 2): Tim yang finis di peringkat kedua klasemen akhir babak pendahuluan akan bertarung di babak play-off promosi. Pertandingan dimainkan dengan sistem single match, di mana pemenangnya akan menyusul naik kasta ke BRI Super League musim depan.
-Aturan Penentuan Tuan Rumah
Untuk pertandingan babak final, play-off promosi, maupun play-off degradasi, penentuan tuan rumah tidak dilakukan melalui undian semata.
Regulasi menggunakan sistem seeded berdasarkan catatan performa di klasemen akhir babak pendahuluan.
Penetapan tuan rumah merujuk pada urutan kriteria berikut:
Jumlah poin lebih tinggi.
Selisih gol yang lebih baik.
Jumlah gol memasukkan.
Poin fairplay.
Undian (jika seluruh kriteria di atas masih sama).
-Skenario Degradasi
Di papan bawah, tim yang menghuni peringkat 9 dari setiap grup wajib saling berhadapan dalam babak play-off degradasi. Pertandingan ini menggunakan sistem single match untuk menentukan nasib klub.
Pemenang dari laga ini dipastikan bertahan di Championship 2026/27. Sementara itu, klub yang kalah harus rela terlempar dan bermain di Liga Nusantara pada musim mendatang.
Seluruh pertandingan krusial ini tetap dijalankan dengan durasi sesuai Laws of the Game (LOTG) dan regulasi resmi kompetisi
-Pembagian Grup Babak Pendahuluan
Saat ini, 20 klub peserta masih berjibaku di grup masing-masing untuk menentukan posisi tersebut. Berikut pembagian grupnya:
Grup 1: Persiraja Banda Aceh, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Sriwijaya FC, Garudayaksa FC, Sumsel United, Persikad Kendal, Adhyaksa FC Banten, FC Bekasi City, dan Persekat Tegal.
Grup 2: Persipura Jayapura, PSIS Semarang, PSS Sleman, PS. Barito Putera, Persiku Kudus, Persiba Balikpapan, Tornado FC, Persipal FC, Deltras FC, dan Persela Lamongan.

0 Komentar