West Papua - TPNPB Kodap XVI Yahukimo telah meningkatkan operasi dan memperingatkan agen intelijen militer Indonesia untuk meninggalkan wilayah perang. Peringatan ini disampaikan setelah pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo melakukan penembakan terhadap pesawat Hercules milik angkatan militer Indonesia pada 13-14 Januari 2026, yang membawa aparat militer dari Timika dan Jayapura untuk mengamankan kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo.
Dalam siaran persnya, TPNPB Kodap XVI Yahukimo menyatakan bahwa mereka akan terus meningkatkan operasi dan siap bertanggung jawab atas aksi penembakan pesawat sipil yang ditumpangi oleh militer. Mereka juga meminta aparat militer Indonesia untuk menghentikan penembakan dan penangkapan terhadap warga sipil di Yahukimo.
Pimpinan Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, menyatakan bahwa pasukan mereka telah melakukan operasi bersenjata di kawasan hutan Jalan Balim pada November 2025 dan mengeksekusi dua orang yang diduga sebagai agen intelijen militer Indonesia. TPNPB juga menuding aparat militer Indonesia melakukan serangan udara menggunakan drone di wilayah Yahukimo
TPNPB Kodap XVI Yahukimo juga meminta warga pendatang untuk meninggalkan kawasan hutan Yahukimo demi alasan keamanan. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia membuka akses bagi lembaga-lembaga HAM internasional guna mengevakuasi warga sipil yang mengungsi di sekitar wilayah konflik
Tanah Terjajah,Sabtu, 17 Januari 2026|| 15:45 WP00
Emil E Wakei Dewan Jalanan

0 Komentar