Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Konflik Di Tubuh Keuskupan Agung Merauke: Mafia Pertambangan Pecahkan Konflik Gereja Katolik


Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke, Papua Selatan, tengah dilanda konflik internal yang tajam. Konflik ini dipicu oleh perbedaan pendapat antara Uskup Agung Merauke, Mgr. Petrus Kanisius Mandagi, dan beberapa pastor, termasuk Pastor Pius Manu, Pr, yang dipensiunkan dini dengan alasan kesehatan.

Konflik ini berakar pada proyek Strategis Nasional (PSN) Cetak Sawa dan proyek turunannya, yang didukung oleh Uskup Agung Merauke dan beberapa pastor, namun ditolak oleh Pastor Pius Manu dan beberapa pastor lainnya. Konflik ini semakin kompleks dengan adanya Mafia Tanah dan Mafia Pertambangan yang memanfaatkan situasi untuk mencapai tujuannya.

Gereja Katolik Keuskupan Agung Merauke, yang seharusnya menjadi institusi yang independen, kini terpecah-pecah oleh kepentingan-kepentingan yang berbeda. Para pastor, uskup, dan umat Katolik dihadapkan pada pilihan yang sulit, yaitu memilih antara mendukung PSN atau menolaknya.

Konflik ini juga mempengaruhi Kerasulan Awam Katolik, dengan beberapa tokoh awam Katolik mendukung PSN, sementara yang lain menolaknya. Gubernur Papua Selatan, yang dahulunya Ketua ICAKAP Papua, mendukung PSN, sedangkan Wakil Gubernur Papua Selatan menolaknya.

Untuk menyelesaikan konflik ini, perlu adanya pendekatan yang bijaksana dan dialog yang terbuka antara semua pihak yang terlibat. Para pastor, uskup, dan umat Katolik harus bekerja sama untuk menemukan solusi yang adil dan sesuai dengan ajaran Gereja Katolik. Yaitu Menolak  Segala Bentuk kekerasan militer indonesia melalui program Nasional yang mengorbankan eksistensi masyarakat adat dan Tanah Adatnya. 

Dalam situasi ini, perlu diingat bahwa Gereja Katolik seharusnya menjadi tempat perlindungan dan harapan bagi umat, bukan tempat konflik dan kepentingan pribadi. Menolak  Segala Bentuk kekerasan militer indonesia melalui program Nasional yang mengorbankan eksistensi masyarakat adat dan Tanah Adat di Planet  Bumi Manusia Papua. 


Tanah Terjajah, Senin, 26 Januari 2026 || 12:59 WPB00

Emil E Wakei Dewan Jalanan 



Posting Komentar

0 Komentar