Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Emil E Wakei; Perang Suku Di Timika 2025 Kebohongan Institusi Kepolisian Sebagai Pengayom Masyarakat


Perang suku di Timika, terus berlanjut dengan korban jiwa dan luka-luka yang jumlahnya tidak sedikit. Lebih dari 70 orang telah terluka dan 4 orang tewas akibat konflik ini sejak Oktober 2025. Polisi, yang katanya pengayom masyarakat, ternyata hanya diam membisu dan membiarkan perang suku ini terus berlanjut.

Bagaimana bisa polisi disebut sebagai pengayom masyarakat jika mereka tidak mampu melindungi masyarakat dari kekerasan? Bagaimana bisa mereka disebut sebagai pelangung keamanan jika mereka hanya membiarkan perang suku ini terus berlanjut? Bagaimana bisa polisi disebut sebagai pengayom masyarakat jika mereka tidak mampu ajak berdialog antara kedua pihak yang berkonflik?

Perang suku ini akan berlanjut sampai memperoleh skor puas, kata para pelaku. Ini berarti bahwa konflik ini tidak akan berakhir sampai salah satu pihak merasa puas dengan hasil yang diperoleh. Namun, siapa yang akan puas dengan korban jiwa dan luka-luka yang terus bertambah?

Pemda dan Polisi harus segera bertindak untuk menghentikan perang suku ini. Mereka harus menjaga keamanan dan ketertiban, serta melindungi masyarakat Timika dari kekerasan dengan mengajak kedua kubu duduk Berdialog  akhiri konflik. Kebohongan mereka sebagai pengayom masyarakat harus segera diakhiri.

Harus menuntut polisi dan Pemda untuk bertindak dan menghentikan perang suku ini. Harus menuntut keadilan bagi korban dan keluarga mereka. Harus bersuara untuk perdamaian dan keamanan di Timika.


Tanah Terjajah, 

Minggu, 07 Desember 2025 || 22:47 WP00

Emil E Wakei 

Dewan Jalanan


Posting Komentar

0 Komentar