Foto doc KNPB wilayah Nabire (Masa aksi depan kantor DPRPT pada hari HAM se-dunia, 10 desember 2025)
Bangsa Papua telah berulang kali menghimbau pemerintah untuk menghentikan deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit di tanah Papua. Bangsa Papua telah memperingatkan bahwa tindakan membabat hutan itu akan membawa bencana bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat adat. Namun, himbauan bangsa Papua telah jatuh di telinga tuli dan bermata buta.
Pemerintah Indonesia terus membabat hutan Papua demi kepentingan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan perkebunan kelapa sawit. Pemerintah Indonesia sudah tidak peduli dengan nasib masyarakat adat dan lingkungan di Tanah Papua. Pemerintah Indonesia hanya melihat Tanah Papua sebagai sumber daya alam yang harus dieksploitasi habis untuk kepentingan ekonomi mereka.
Akibatnya, ribuan kehidupan tewas di Sumatera Barat dan ribuan nyawa melayang di tanah Papua. Masyarakat adat Papua kehilangan tanah dan sumber daya alam karna Proyek PSN dan Perkebunan Kelapa Sawit. Hutan adat Papua yang merupakan paru-paru dunia dihancurkan Penguasa Indonesia, menyebabkan perubahan iklim dan bencana alam yang luar biasa Besar Sekali di Asia Pasifik.
RIP (Rest In Peace) bagi para korban deforestasi dan ekspansi perkebunan kelapa sawit. Stop babat hutan, lindungi masa depan kehidupan!
Tanah Terjajah, Senin, 15 Desember 2025 || 09:39 WP00
Emil E Wakei, Dewan Jalanan

0 Komentar