Dong sedang jajah cara kita berpikir, bertindak, dan merasakan penderitaan. Bikin kita mewajarkan penjajah, dan percaya bahwa penderitaan ini salah kita. Kita digempur insiden silih berganti agar perhatian terpecah, energi habis, dan kesadaran politik melemah. Lambat laun, kita meratapi, diam, dan tunduk, sementara penjajah menguasai tanah dan hidup kita.
Sistem kolonial ini bikin kita merasa asing, trauma, dan terhina, menjadikan kita basa-basi terhadap perjuangan, berharap pada belas kasihan, bantuan asing, atau keajaiban dan mujizat. Pelarian pasif ini mematikan semangat dan menahan energi politik.
Kita dibuat sibuk menghabiskan umur, waktu, dan tenaga dlm rutinitas penjajah. Energi terbaik bangsa Papua diambil utk menghidupi penjajah, bukan membangun kekuatan nyata. Rutinitas ini adalah alat kolonial paling efektif.
Jadi bebaskan pikiran, ambil kendali diri dan bangsamu, gunakan waktu, tenaga, dan keahlian untuk membangun diri dan bangsa, buang ilusi ketergantungan. Kemerdekaan lahir dari kesadaran dan kekuatan rakyat Papua sendiri.
Bangun kepercayaan antar sesama, hormati kekuatan intelektual bangsamu. Tidak semua insiden harus dihadapi, tdk semua umur dihabiskan untuk penjajah. Lihat hidupmu sebagai ruang perjuangan, mulai dari diri sendiri dan bangsamu.
Organisir diri, ambil peran sesuai kemampuan, masuk ke barisan perjuangan nyata, fokus pada aksi konkret. Gunakan setiap ruang dan waktu untuk menyadarkan sesama. Malas tahu dan tidak kritis adalah ideologi penjajah.
Banyak hal bisa dilakukan, tapi tidak semua memukul jantung kolonialisme. Waktu adalah nyawa bagi orang Papua, strategi lamban harus diganti. Kita harus berpikir dan bertindak cepat, karena ancaman pemusnahan sudah di depan mata.
Jubir KNPB, Victor Yeimo

0 Komentar