(16 Desember 2009 - 16 Desember 2025) Dan “HUBERTUS MABEL” (16 Desember 2012 - 16 Desember 2025)
16 Desember 2009 pejuang kemerdekaan, Gen. Kelly Kwalik dibunuh seperti Yesus. “Saya menilai Kelly Kwalik itu mati seperti Yesus,” kata Beny Werior Pakage, penulis buku biografi Kelly Kwalik, : Umeki, Anakletus Tuan Jendral Kelly Kwalik.
Pakage mengatakan itu dalam perayaan lima tahun Pembunuhan Kelly Kwalik dan peluncuran bukunya di Aula Sekolah Tinggi Teologi Water Post, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (16/12).
Pakage mengungkapkan kisah satu hari sebelum pembunuhan Kelly Kwalik 16 Desember 2009 lalu. Dijelaskan, Kwalik melakukan sebagaimana Yesus lakukan sebelum dibunuh. Pada 15 Desember, Kelly Kwalik memberikan uang kepada Andreas membeli sayur di pasar. Andreas balik membawa sayur sawi hasil belanjaan ke rumah Kwalik tinggal.
Tidak seperti biasanya, Kwalik yang menawarkan diri masak nasi dan sayur. Ia memberikan makan kepada semua anak-anak yang ada. Ia merebus air. Ia buat kopi susu ditengah anak-anak, lalu membaginya.
“Ia menuang sendiri ke gelas yang sudah tersedia dan memberinya sendiri kepada semua anak buahnya dan orang-orang yang ada ditempat itu,”katanya. Kehadiran orang yang Kwalik beri makan, sesuai dengan paham Orang Amungme dan orang Nduga, Kelly Kwalik sebagai manusia sejati yang mewarisi sifat-sifat kesejatian orang Papua.
Malam harinya, Kwalik tidur. ada orang datang mengetuk pintu sambil menyapa saudara laki-laki dalam bahasa Amungme. “Meno, bangun sudah senjata yang kamu cari itu suda ada ini,”tulis Pakage.
Ketika bangun membuka buka pintu, orang yang menyapa saudara itu menembak Kwalik. Kwalik berusaha membela diri namun tidak berhasil. Pihak keamanan Indonesia lebih dulu mengetahui kekuatannya.
Kwalik hanya pasrah kepada tindakan penyiksaan yang keji saat itu. Penembakan dan penyiksaan Kwalik hadapi sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Kwalik menyeruhkan perjuangannya murni untuk Papua bebas dari penjajahan.
“Saya (Kelly) akan mati, tetapi darah saya yang mengalir ini bukan untuk uang tetapi ini murni untuk Papua Merdeka. Jadi anak isteri saya yang kalian tahan itu keluarkan dan pulangkan mereka ke rumah,” tulis Pakage, seperti ungkapan sebelum Kwalik menghembuskan nafas.
Pdt. Daud Auwe, pengajar STT Water Post mengatakan Kelly Kwalik sama dengan Yesus dan Nabi Yesaya. Yesus menteskan darah demi pembebasan manusia dari penjajahan pemerintahan Romawi.
Sebelum Yesus, dalam kitab suci perjanjian lama, menurut Pdt. Auwe, nabi Yesaya hadir menentang pemerintahan Israel. Ia menentang dengan kata-katanya, untuk kebenaran, namun, Raja Menase yang berkuasa waktu itu membunuhnya dengan kayu besi.
“Kwalik mati karena perjuangan pembebasan. Kelly Kwalik menjadi pejuang pembebasan orang Papua,” katanya. (Mawel Benny)
Sedangkan Hubertus Mabel dibunuh oleh Polisi Densus 88 pada tanggal 16 Desember 2012, sebelumnya ia dapat DPO oleh polda papua sehingga HM mencari jalan alternatif untuk mengamankan diri melalui jalan darat. Setelah tiba lama sebulan kemudian di Wamena di bunuh oleh Densus 88 di distrik kurilu kabupaten Wamena.
Jendral Kelly Kwalik
(16 December 2009 - 16 December 2025)
Hubertus Mabel
(16 December 2012 - 16 December 2025)
Selamat memperingati Hari Kematian, Kedua Pahlawan Nasional West Papua yang di bunuh oleh Militer Indonesia.
Jayapura, 16 Desember 2025

0 Komentar