Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Aktivis kemanusiaan Victor Yeimo; Jenis Jenis Anjing Di Rumah Penjajah


Anjing pertama yang dilatih adalah anjing rumah (Lap Dog). Ia belajar duduk manis di lantai licin, menjilat sepatu tanpa disuruh, dan menganggap sisa sebagai kehormatan/anugerah. Ia kenyang oleh remah, lalu menggonggong bangsanya sendiri agar ketenangan majikan tak terganggu.

Lalu di pintu pagar  ada anjing gerbang (Guard Dog). Mulutnya berbusa, giginya siap, bukan untuk tuannya melainkan untuk rakyatnya. Ia tahu dirinya tak pernah masuk rumah, maka ia menggonggong paling keras agar diakui. Ia tahu satu kesalahan bisa membuatnya dibuang, maka ia menggigit lebih dulu, agar kesetiaan tak diragukan.

Saat perburuan dimulai, dilepas anjing pemburu jejak (Hunting Dog / Bloodhound). Hidungnya dilatih hafal bau darah kaumnya; kakinya mengenal hutan dan rumah-rumah. Ia menyeret saudara kepada tuannya, lalu duduk rapi menunggu tulang. Ia menyebutnya tugas, padahal itu harga diri yang dijual per potong.

Lalu ada yang dilatih menjadi anjing sirkus (Performing Dog). Ia diajari tersenyum di depan kamera, juga menjadi ahli menipu penonton sesuai dengan arahan majikan. Fungsinya bukan melindungi, melainkan mencuci wajah majikan  penjajah agar tampak manusiawi.

Ketika pesta rampok usai dan tanah tinggal bekas, datang anjing pemulung (Scavenger Dog). Ia mengais sisa2, izin kecil, proyek remah, serpihan kuasa. Ia hidup dari bangkai bangsanya sendiri dan menyebutnya peluang. Ia tak perlu dekat dengan tuan; tapi cukup hidup dari kehancuran bangsanya sendiri.

Ada pula anjing liar yang dijinakkan (Broken Wild Dog). Dulu ia tahu arti bebas. Jahat dan menggigit rantai. Setelah dipukul cukup lama, ia belajar bahwa menjilat lebih aman, maka ia belajar menjilat dg rapi . Kini tugasnya satu: membuktikan bahwa yang masih melawan itu “liar” dan pantas dipukul/dibunuh.

Di sudut kandang, anjing tua (Old Guard Dog) menjaga kebiasaan busuk. Ia tahu semuanya salah, tapi mengajari diam. Ia menasihati tunduk sebagai hikmah. Baginya, mati di kandang terasa aman. Ia memilih diam. Menasihati dan mewariskan agar anak saudaranya tunduk.

Berlarilah anjing kurir (Messenger Dog), mengantar pesan perintah tanpa pikir. Ia menyebutnya sosialisasi. Ia bangga dipercaya, tak sadar ia hanya amplop hidup yang membawa luka dari meja ke kampung.

Datang anjing penjinak emosi (Therapy Dog). Ia mengelus korban agar tenang, menutup jerit dengan kata sabar. Ia tak pernah menunjuk sumber luka. Fungsinya bukan menyembuhkan, melainkan membiasakan rasa sakit agar perlawanan padam.

Lalu dilepas anjing penggembala (Herding Dog). Ia tak menggigit keras, hanya mengarahkan. Dengan peluit majikan dan gerak halus, ia menggiring manusia ke jalur yang diinginkan tuan: ke pagar, ke kandang, ke antrean. Ia disebut penata, padahal ia pengarah penjinakan. Yang tersesat ia dorong; yang melawan ia kembalikan.

Banyak juga anjing penarik beban (Draft Dog / Working Dog). Punggungnya kuat, kepalanya tunduk. Ia menarik gerobak kekuasaan tanpa bertanya muatan apa yang diangkut (tanah, hutan, atau masa depan). Baginya, lelah lebih aman daripada berpikir.

Ada anjing pencari jalan (Tracker Dog). Ia tak menyeret tubuh, hanya membuka rute. Ia menunjukkan nama, waktu, dan arah. Ia berdiri di belakang layar, tapi jejaknya ada di setiap penangkapan. Ia dibayar dengan rasa aman semu.

Dan yang paling setia tetap anjing tulang (Bone-Faithful Dog). Ia tak butuh pujian, tak perlu tatap muka. Asal ada tulang dari daging bangsanya sendiri, ia datang. Kesetiaannya bukan pada manusia, bukan pada bangsa melainkan pada jatuhnya sisa.

Begitulah jenis anjing  menjilat, yang menjaga, yang memburu, yang menari, yang mengais, yang menenangkan, yang menggiring, yang menarik, yang membuka jalan. Majikan penjajah aman, nyaman, gemuk, sejahtera karena setiap anjing tahu perannya.

Yang tersisa hanya satu pertanyaan yang tak bisa dijilat, tak bisa digonggong, tak bisa dihindari: Apakah kau akan dikenang sebagai manusia yang berdiri, atau sebagai anjing yang setia sampai bangkai terakhir?


Papua 16 Januari 2026

Free west papua 



Posting Komentar

0 Komentar