Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

Emil E Wakei: Pengukuhan Kepala Suku Besar Wate, Waray di Dominasi Merah Putih Di Nabire Papua Tengah. Suku tidak tahu diri!


Suku asli Pesisir Pantai Nabire telah lama mengalami tantangan yang sangat besar dalam menjaga hak-hak dan kehidupan mereka. Mereka mengalami pengabaian, eksploitasi, penjajahan, dan kekerasan terhadap masyarakat adat sering kali menjadi sorotan dalam diskusi tentang hak asasi manusia dan pengelolaan sumber daya alam mereka di Nabire. 

Suku- suku asli pesisir Nabire hampir musnah habis karna dikuasai Penjajah, hutan mereka di eksploitasi habis oleh Investor dan mereka mengalami pengabaian, eksploitasi, penjajahan dan kekerasan. Namun, Dalam acara Pengukuhan kepala suku, Merah Putih menjadi warna yang mendominasi panggung perhelatan pengukuhan dan penobatan kepala suku besar wate Otis Monei.

Masyarakat adat Pesisir Pantai Nabire, seperti banyak komunitas adat lainnya, memiliki hubungan yang sangat erat dengan tanah dan sumber daya alam di wilayah mereka. Namun, mereka sering kali menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak yang ingin memanfaatkan sumber daya tersebut tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap kehidupan dan budaya masyarakat setempat.

Masa depan Suku- suku asli terancam punah akibat hutan-hutan dan tanah adat mereka dijarah habis oleh pemodal asin atas ijin pemerintah setempat dan jakarta. Namun, Dalam acara Pengukuhan kepala suku, Merah Putih menjadi warna yang mendominasi panggung perhelatan pengukuhan dan penobatan kepala suku besar wate waray

Upaya untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan memastikan partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi kehidupan mereka sangat penting. Ini termasuk pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak adat, serta perlindungan terhadap eksploitasi dan kekerasan.

Dengan kerja sama dan kesadaran dari semua pihak, diharapkan situasi masyarakat adat Pesisir Pantai Nabire dapat membaik dan hak-hak mereka dapat lebih dihormati dan dilindungi. Semoga Suku-suku asli pesisir Nabire menjadi tahu diri bahwa dirinya bagian dari bangsa terjajah yang sedang diperbudak oleh sistem kolonialisme Indonesia dan Kapitalisme! 


Tanah Terjajah, 

Jumat, 21 November 2025

Emil E Wakei 

Dewan Jalanan

Posting Komentar

0 Komentar