West Papua - Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari Brigjend Elkius Kobak bersama Mayor Kopitua Heluka dari medan perang di Yahukimo bahwa pertempuran antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia di Yahukimo hingga operasi militer Indonesia telah memakan banyak korban jiwa dan pengungsian secara besar-besaran terhadap warga sipil.
Laporan Operasi TPNPB: TPNPB Kodap XVI Yahukimo telah melakukan serangkaian serangan dan operasi yang dapat dilaporkan kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB dan kepada semua pihak, diantaranya:
1. Pembatalan kunjungan wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka ke Yahukimo
2. Penembakan pesawat, pilot dan co pilot di Korowai yang dimana kedua korban tersebut selalu melakukan pendropan pasukan dan logistik militer ke wilayah konflik bersenjata.
3. 11 lapangan pesawat ditutup dan seluruh rumah sakit ditutup oleh pemerintah Indonesia.
4. Aktivitas belajar mengajar dihentikan dan kios-kios imigran ditutup.
5. Insiden pembunuhan terhadap agen intelijen dan aparat militer pemerintah Indonesia di Yahukimo hingga Korowai kami siap bertanggung jawab penuh.
Kritik terhadap Aparat Militer Indonesia: Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengkritik aparat militer Indonesia yang telah melakukan penangkapan terhadap warga sipil yang tidak tahu apa-apa di seluruh wilayah Yahukimo. Kami menyerukan kepada aparat militer Indonesia untuk hentikan melakukan penangkapan terhadap warga sipil dan membuka akses kepada Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga terkait PBB, serta Jurnalis Asing untuk memasuki Papua tanpa adanya pembatasan oleh negara dan aparat militer pemerintah Indonesia.
Seruan untuk Perundingan Damai: Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk segera membuka perundingan damai dengan TPNPB-OPM untuk mengakhiri konflik bersenjata di Papua.
Tanah Terjajah,
Kamis, 19 Februari 2026 || 08:19 WPB00
Emil E Wakei
Dewan Jalanan

0 Komentar