Nabire ibu kota Provinsi Papua Tengah, telah menjadi pusat aktivitas kolonialisme Indonesia. Bangsa Imigrasi Indonesia membanjiri dalam jumlah ribuan, Kehadiran militer dalam jumlah ribuan melebihi jumlah Orang Asli Papua (OAP), Kehadiran perusahaan tambang dan perkebunan besar kelapa sawit telah mengubah wajah kota ini. Bagi rakyat Papua semua itu tidak membawa manfaat bagi masyarakat adat setempat.
Rakyat Papua di Nabire telah lama menuntut hak-hak mereka, termasuk hak untuk menentukan nasib sendiri dan hak untuk mengelola sumber daya alam sendiri. Namun, tuntutan-tuntutan ini telah diabaikan oleh pemerintah Indonesia. Semua sektor di kuasai orang Imigrasi indonesia. Kebijakan penjajah yang buruk telah membuat Orang Papua terpinggirkan dari negeri sendiri.
Kehadiran ribuan militer dan kehadiran ribuan Imigrasi Indonesia di Nabire telah menjadi masalah besar, Sebab telah terjadi pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat, kekerasan dan Intimidasi terhadap masyarakat lokal telah lama di alami orang Papua di Nabire. Masyarakat Nabire telah menjadi korban dari kebijakan kolonialisme Indonesia yang tidak adil dan mematikan.
Tidak ada masa depan yang baik bagi bangsa Papua bila tetap bersama bangsa penjajah. Sadarilah dan Lawan Kolonialisme Indonesia di mulai dari saraf-saraf nya! Masyarakat Nabire telah menjadi korban dari kebijakan buruk yang tidak adil dan mematikan. Berhenti biarkan kolonialisme indonesia hidup bahagia di tanah melanesia West Papua khususnya di Nabire
Tanah Terjajah, Rabu, 17 Desember 2025 || 16:24 WP00
Emil E Wakei, Dewan Jalanan

0 Komentar