Pensiunnya Pastor Pius Manu Pr Menuai Tanda Tanya, Umat dan Pastor Soroti Alasan Kesehatan dan Perbedaan Sikap soal PSN
Rapat pastoral umat Katolik Kame pada Senin, 19 Januari 2026, diwarnai kabar mengejutkan terkait keputusan Keuskupan Agung Merauke yang mempensiunkan Pastor Pius Manu Projo, Pr. Informasi tersebut memicu pertanyaan dan spekulasi di kalangan umat maupun para pastor.
Sebelumnya, Pastor Pius Manu Pr telah dinonaktifkan dari tugas pelayanan aktif dan ditempatkan sebagai pastor pembantu di Paroki Kristus Raja Mopah Lama, Merauke. Keuskupan menyebut alasan penonaktifan dan pensiun tersebut berkaitan dengan kondisi kesehatan Pastor Pius yang dinilai menurun sehingga membutuhkan istirahat dan pengobatan.
Dalam pengumuman resmi tertanggal 19 Januari 2026, Keuskupan Agung Merauke menyatakan bahwa dua pastor dipensiunkan, yakni Pastor Pius Banda, Pr karena usia lanjut dan Pastor Pius Manu Pr karena alasan kesehatan. Namun, tidak dijelaskan secara tegas apakah Pastor Pius Manu Pr sepenuhnya dinonaktifkan dari seluruh pelayanan pastoral atau masih dapat menjalankan tugas tertentu dalam situasi khusus. Ketidakjelasan ini menimbulkan pertanyaan di internal keuskupan.
Di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa berkembang anggapan di tengah umat dan para pastor bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan perbedaan pandangan antara Pastor Pius Manu Pr dan Uskup Agung Merauke, Mgr Petrus Kanisius Mandagi, MSC, terutama dalam menyikapi konflik sosial akibat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Papua Selatan.
Mgr Mandagi dikenal sebagai satu-satunya uskup di Indonesia yang secara terbuka mendukung PSN di Papua Selatan. Sementara Pastor Pius Manu Pr bersama Pastor Silvester Tokio, Pr selama ini secara terang-terangan menyuarakan penolakan terhadap PSN dan dampak sosialnya. Sikap kritis tersebut kerap dianggap sebagai bentuk ketidaktaatan, terlebih di tengah sikap diam sebagian besar pastor lainnya.
Sejumlah pihak juga mempertanyakan penggunaan alasan kesehatan sebagai dasar pensiun Pastor Pius Manu Pr. Selama ini, ia dinilai masih menjalankan tugas pastoral secara wajar. Mereka menilai bahwa keputusan pensiun karena alasan medis seharusnya didukung keterangan resmi dari rumah sakit atau tenaga kesehatan yang diakui secara hukum.
Hingga berita ini disampaikan, belum ada klarifikasi lanjutan dari Keuskupan Agung Merauke terkait status pelayanan Pastor Pius Manu Pr ke depan maupun tanggapan resmi atas spekulasi yang berkembang di tengah umat.

0 Komentar