Tapi yang jelas di foto ini, punggungnya biru keunguan, kulitnya sobek, dan harga dirinya diinjak ramai-ramai.
Ia mungkin salah. Tapi sejak kapan kesalahan kecil dibalas dengan amarah besar? Sejak kapan perut lapar dihukum lebih keras daripada kerakusan yang berdasi?
Di negeri ini, orang kecil yang mencuri beras disebut kriminal, sementara mereka yang merampok hak rakyat disebut “terhormat”.
Hukum seharusnya melindungi, bukan digantikan oleh amukan massa. Keadilan seharusnya menimbang, bukan menghajar.
Jika benar ia mencuri karena terpaksa, maka yang lebih dulu gagal bukan dia. tapi sistem yang membiarkan warganya kelaparan.
Ketika rakyat kecil dipukuli karena segenggam beras, sementara koruptor tersenyum di balik meja konferensi pers, di situlah nurani sebuah bangsa sedang diuji.
Bukan membenarkan pencurian. Tapi juga tidak membenarkan kebrutalan. Ditengah ramainya MBG yg triliunan
0 Komentar