Ticker

11/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

TPNPB Tembak 3 Orang Aparat Militer Indonesia Di Maybrat, Satu Tewas Dan Dua Luka-luka Serta 2 Senjata Di Sita

 


Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 22 Maret 2026

Silahkan Ikuti Laporan Dibawa Ini.!

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan dari PIS TPNPB dari Maybrat bahwa TPNPB Kodap IV Sorong Raya telah menembak mati satu aparat militer Indonesia dan dua orang lainnya mengalami luka tembak dan sedang kritis saat terjadinya penyerangan di Pos Militer Indonesia di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat pada hari Minggu, 22 Maret 2026 siang. Penyerangan dan kontak senjata tersebut mengakibatkan Prada Sundon tewas akibat terkena tembakan di dada dan dua rekannya lainnya kritis dan sedang di rujuk dari Maybrat ke Sorong.

PIS TPNPB juga melaporkan bahwa selain tiga anggota TNI menjadi korban penembakan, dua pucuk senjata dan logistik militer Indonesia telah di sita oleh TPNPB Kodap IV Sorong Raya dibawa pimpinan Brigjend Denny Moos. Ia juga melaporkan bahwa warga sipil yang mengungsi ke hutan telah paksa oleh aparat militer Indonesia untuk kembali ke rumah mereka pada 21 Maret 2026 kemarin di Maybrat sementara situasi sekarang akibat penyerangan Pos Militer tersebut mengakibatkan warga sipil ketakutan dan lainnya mengungsi kembali akibat takut akibat serangan balasan dan operasi militer Indonesia ke pemukiman warga. Ia juga melaporkan bahwa aparat militer Indonesia dari Sorong akan diberangkatkan melalui jalur darat dan udara ke Kampung Sori untuk melakukan operasi.

Dalam hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran aparat militer kolonialisme Indonesia untuk tidak melakukan operasi militer dan hentikan penangkapan dan penembakan terhadap warga sipil secara sewenang-wenang karena penyerangan yang mengakibatkan tiga aparat militer Indonesia mengalami luka tembak dan satu orang lainnya gugur kami siap bertanggung jawab dan kami mengimbau kepada Palang Merah Internasional dan lembaga-lembaga HAM internasional untuk dapat membantu warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata di seluruh Tanah Papua. Kami menilai bahwa lebih dari 21 warga sipil yang dipaksa oleh aparat militer Indonesia untuk kembali le rumah mereka akibat dari intimidasi dan pemaksaan walaupun nyawa mereka sedang dalam ancaman oleh sebab itu, kami meminta kepada lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk dapat membantu warga sipil yang terkena dampak konflik bersenjata.

Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB juga mengimbau agar aparat militer Indonesia untuk berhenti menangani pengungsi akibat konflik bersenjata di Tanah Papua karena tugas dan tanggung jawab aparat militer Indonesia di Tanah Papua hanya perang melawan TPNPB oleh sebab itu anda harus kerja sesuai dengan aturan. Jangan menakut-nakuti para pengungsi dengan senjata dan bom serta intimidasi mereka lalu memaksa mereka pulang ke rumah mereka tanpa jaminan keamanan dan perlindungan.

Demikian Siaran Pers Ke II Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB Per Minggu, 22 Maret  2026 oleh Sebby Sambom Jubir TPNPB OPM.

‎Dan terima kasih atas kerja sama yang baik.

‎Penanggungjawab Nasional Komando Markas Pusat Komando Nasional TPNPB-OPM. 

‎Jenderal Goliath Tabuni

‎Panglima Tinggi TPNPB-OPM 

‎Letnan Jenderal Melkisedek Awom

‎Wakil Panglima TPNPB-OPM 

‎Mayor Jenderal Terianus Satto

‎Kepala Staf Umum TPNPB-OPM

‎Mayor Jenderal Lekagak Telenggen

‎Komandan Operasi Umum TPNPB-OPM

Posting Komentar

0 Komentar